Bersamamu aku belajar banyak hal.
Dari bertahan akan rasa sakit dan menerima pahitnya kenyataan.
Aku bersarang akan harapku.
Namun kau bersarung dengan egomu.
Aku berjuang yakinkan kamu.
Namun kau berulang acuhkan aku.
Kini pena hidup telah berubah.
Sini terhirup harap telah berbuah.
Cinta yang dicita telah memulai cerita.
Kasih dan sayang tak lagi bayang.
Dulu, kuberi rasa sakit sebagai pengalaman.
Kemarin, ku yakinkanmu kembali sebagai perjuangan.
Kini, kembali kasih tertanam sebagai pembuktian.
Esok, cerita baru kan terangkum sebagai perjalanan.
Nanti, kulamar kau menjadi kekasih resmi sebagai pengabdian.
Dan Selamanya, ku dekap kau dalam suka duka sebagai pengabadian.
Maka dari itu, kita tau bahwasanya cinta adalah pelajaran.
Mencintaimu mengingatkanku pada salah satu sajak. Yang sama denganmu, yang mampu ajarkan ku ilmu pengetahuan baru.
Sehingga aku tahu, bahwa sumber segala kisah adalah kasih.
Bahwa ingin berawal dari angan.
Bahwa segala yang baik akan berbiak.
Bahwa orang ramah tidak mudah marah.
Bahwa untuk menjadi gagah, aku harus menjadi gigih.
Bahwa seorang bintang harus tahan banting.
Bahwa orang lebih takut kepada hantu ketimbang kepada tuhan.
Bahwa pemurung tidak pernah merasa gembira.
Sedangkan pemulung tidak pelnah melasa gembila.
Bahwa orang putus asa suka memanggil asu.
Bahwa lidah memang pandai berdalih.
Bahwa kelewat paham bisa berakibat hampa.
Bahwa amin yang terbuat dari iman membuat kau merasa aman.
Mungkin kau berpikir ada beberapa kosa kata yang kurang tepat diatas, namun begitulah cinta. Terkadang tak tepat namun tetap saja digunakan, dan yakinlah itu semua pasti selalu dengan alasan.
Aku sadar bahasa indonesiaku belum sempurna, sesempurna pujangga yang pandai merangkai kata.
Namun, bahasa indonesiaku yang membawaku kesebuah kalimat yang merindukan bau tubuhmu.
Malam merangkai kita menjadi kalimat majemuk yang hangat.
Dimana kau induk kalimat, dan aku anak kalimat.
Ketika induk kalimat bilang pulang.
Anak kalimat paham, bahwa pulang adalah masuk kedalam palung.
Ruang penuh raung, segala kenang tertidur didalam kening.
Ketika akhirnya matamu mati, kita sudah menjadi kalimat tunggal yang ingin tetap tinggal dan berharap tak ada yang bakal tanggal.
***
Kukombinasikan dengan karya milikku dengan seorang Penyair bernama Joko Pinurbo.
CORETAN LANGIT
Langit Ada Dimanapun, Langit selalu berjalan dan temani perjalanan. Namun, Langit juga punya cerita.
Selasa, 25 Februari 2020
Kamis, 30 Januari 2020
MARI KITA LIHAT
Enggak tau lagi deh, bodo amat, gak perduli, silahkan saja. Keliatannya kamu senang banget dia kaya gitu, kamu senang saat dia mau perbaiki hubungannya. Kalau itu memang bikin kamu senang, its ok and i will fine. But... ####
***
Good luck untuk kamu. Kamu bilang dia mau nganter kamu pulang, mau perbaiki hubungan. Apalah itu.
Ya gapapa sih, gak ada hak buat larang juga, emang aku siapa? Wkwkwk
But believe one thing, disaat kalian yang membaik, kita yang akan ga baik-baik saja.
Siap gak siap, aku harus siap. Thats competition, just two possibiliti. Only win or lose, and im ready for that.
***
Good luck untuk kamu. Kamu bilang dia mau nganter kamu pulang, mau perbaiki hubungan. Apalah itu.
Ya gapapa sih, gak ada hak buat larang juga, emang aku siapa? Wkwkwk
But believe one thing, disaat kalian yang membaik, kita yang akan ga baik-baik saja.
Siap gak siap, aku harus siap. Thats competition, just two possibiliti. Only win or lose, and im ready for that.
Selasa, 14 Januari 2020
LANGIT MERASAKAN HARU DI HARI INI
Langit kini meneteskan air nya, hujan sebagai simbolnya, air yang turun mewakili terharunya langit.
Lagi-lagi hujan membuat kita menepi untuk meneduh. Detik-detik berlalu tetapi justru semakin deras turunnya hujan. Aku tau, langit kini terharu melihat kau disampingku. Terdiam duduk, bersandar dipundakku.
Moment simple tapi menyenangkan. Lelah kerja seharianpun tak terasa lagi. Yang aku rasa, hanyalah gatal. Gatal ingin sekali kupeluk erat kau dihadapan orang-orang yang juga berteduh disini.
Jujur aku ngantuk, namun harapku janganlah hujan ini terhenti. Biarkan terus bertambah deras. Tak apa, aku masih nyaman dalam kondisi ini. Duduk berdua denganmu, terjebak dalam derasnya hujan, diselimuti dinginnya malam.
Semoga kedekatan ini akan selalu dapat kita rasakan lagi kedepannya.
***
Memang sih, sudah beberapa hari ini kedekatan-kedekatan kecil sering terjadi. Aku senang, namun akupun sedih jua. Kuyakin alam tau, mengapa senang dan sedih bisa hadir bersamaan.
Kini yang kutahu hanyalah aku masih mencintaimu. Ya, hanya itu yang selalu aku lemparkan dalam hati secara berkala. Membentuk suatu keyakinan, yang entah apa hasil akhir dari sebuah harapan tersebut.
Walau jujur, sedikit malu rasanya menulis catatan ini kini. Tak sebebas dulu, kini ku tahu bahwa kau telah tahu. Kau telah temukan artikel ini, saat dimana aku belum selesaikan tulisan di artikel ini.
Namun tak apa, biarkan langit terus menggores coretan, biarkan alam dapat menceritakan sesuatu nantinya. Aku yakin, cerita ini akan menjadi cerita yang akan sangat menarik sekali diceritakan oleh orang yang senang bercerita kepada orang yang senang mendengarkan cerita.
Lagi-lagi hujan membuat kita menepi untuk meneduh. Detik-detik berlalu tetapi justru semakin deras turunnya hujan. Aku tau, langit kini terharu melihat kau disampingku. Terdiam duduk, bersandar dipundakku.
Moment simple tapi menyenangkan. Lelah kerja seharianpun tak terasa lagi. Yang aku rasa, hanyalah gatal. Gatal ingin sekali kupeluk erat kau dihadapan orang-orang yang juga berteduh disini.
Jujur aku ngantuk, namun harapku janganlah hujan ini terhenti. Biarkan terus bertambah deras. Tak apa, aku masih nyaman dalam kondisi ini. Duduk berdua denganmu, terjebak dalam derasnya hujan, diselimuti dinginnya malam.
Semoga kedekatan ini akan selalu dapat kita rasakan lagi kedepannya.
***
Memang sih, sudah beberapa hari ini kedekatan-kedekatan kecil sering terjadi. Aku senang, namun akupun sedih jua. Kuyakin alam tau, mengapa senang dan sedih bisa hadir bersamaan.
Kini yang kutahu hanyalah aku masih mencintaimu. Ya, hanya itu yang selalu aku lemparkan dalam hati secara berkala. Membentuk suatu keyakinan, yang entah apa hasil akhir dari sebuah harapan tersebut.
Walau jujur, sedikit malu rasanya menulis catatan ini kini. Tak sebebas dulu, kini ku tahu bahwa kau telah tahu. Kau telah temukan artikel ini, saat dimana aku belum selesaikan tulisan di artikel ini.
Namun tak apa, biarkan langit terus menggores coretan, biarkan alam dapat menceritakan sesuatu nantinya. Aku yakin, cerita ini akan menjadi cerita yang akan sangat menarik sekali diceritakan oleh orang yang senang bercerita kepada orang yang senang mendengarkan cerita.
Selasa, 31 Desember 2019
Selamat Tahun Baru Kamu
Sebentar lagi tahun berganti, semoga apa yang diharapkan dapat segera terwujud. Tahun yang akan datang akan menjadi tahun yang baik bagi kita, semoga saja.
Biarkan yang lalu menjadi kenangan, dan biarkan semua menjadi cerita nantinya. Selamat tahun baru, selamat mengisi lembaran baru. Biarkan kejadian tadi menjadi cerita penutup tahun ini.
Aku sayang kamu.
Biarkan yang lalu menjadi kenangan, dan biarkan semua menjadi cerita nantinya. Selamat tahun baru, selamat mengisi lembaran baru. Biarkan kejadian tadi menjadi cerita penutup tahun ini.
Aku sayang kamu.
Happy New Year - Detik-detik Menuju Tahun Baru
Tiga saudara
Tepat dihari ini, hari penghujung tahun. Terjebak kita ditempat makan yang memang ingin sekali ku ajak kamu kesini. Kita sengaja makan nya di lama-lamain sambil nungguin hujan redah.
Ngomong-ngomong diakhir tahun ini apa sih yang kamu harapkan untuk tahun selanjutnya ? Kalau aku sih punya beberapa hal yang ingin sekali kugapai ditahun 2020, salah satunya itu tentang kamu.
Beberapa hari belakangan ini kita dekat sekali, nyamanku dalam pelukmu walau masih saja kau bukan milikku.
Kini sesekali ku melirik kearahmu, lahap sekali ya makannya :D laper tah mba nya? , "enggak, kalau aku kaya dini (diem aja) , aku cuma ngeliatin kamu main HP, dari pada aku mainin minum". Agak lucu ya memang. Eh bolod ding tepatnya.
Bentar aku mau ngomong, " Kalau mau nambah bilang ya". "Gua udah hampir mau meledak", katamu. Wkwkwk yakali kamu meledak.
***
Jujur sih ya, ada rasa yang ngeganjel aja sedikit. Kamu bukan milikku tapi kenapa aku masih tak memperbolehkan orang lain menggantikan posisimu. Ah sudahlah.
***
Tiba-tiba (19:17)
"Kak, perut buncit gua. Nyipluk gini, ini buncit atau apa sih? Melipet". Terimakasih banyak loh untuk informasi sepenting ini nya hahaha. Apa coba? Pake laporan. Yaelah, mau buncit tah, mau semok tah, atau kau sixpack tah bodo amat dul, gua sayang sama lu. Haha.
Tepat dihari ini, hari penghujung tahun. Terjebak kita ditempat makan yang memang ingin sekali ku ajak kamu kesini. Kita sengaja makan nya di lama-lamain sambil nungguin hujan redah.
Ngomong-ngomong diakhir tahun ini apa sih yang kamu harapkan untuk tahun selanjutnya ? Kalau aku sih punya beberapa hal yang ingin sekali kugapai ditahun 2020, salah satunya itu tentang kamu.
Beberapa hari belakangan ini kita dekat sekali, nyamanku dalam pelukmu walau masih saja kau bukan milikku.
Kini sesekali ku melirik kearahmu, lahap sekali ya makannya :D laper tah mba nya? , "enggak, kalau aku kaya dini (diem aja) , aku cuma ngeliatin kamu main HP, dari pada aku mainin minum". Agak lucu ya memang. Eh bolod ding tepatnya.
Bentar aku mau ngomong, " Kalau mau nambah bilang ya". "Gua udah hampir mau meledak", katamu. Wkwkwk yakali kamu meledak.
***
Jujur sih ya, ada rasa yang ngeganjel aja sedikit. Kamu bukan milikku tapi kenapa aku masih tak memperbolehkan orang lain menggantikan posisimu. Ah sudahlah.
***
Tiba-tiba (19:17)
"Kak, perut buncit gua. Nyipluk gini, ini buncit atau apa sih? Melipet". Terimakasih banyak loh untuk informasi sepenting ini nya hahaha. Apa coba? Pake laporan. Yaelah, mau buncit tah, mau semok tah, atau kau sixpack tah bodo amat dul, gua sayang sama lu. Haha.
Jumat, 20 Desember 2019
:)': Two Side
Rumdis
(17:21)
Enak ya jadi kamu, mampu pergi kapanpun kamu mau. Aku ?
Disini aku yang salah, kesalahannya adalah mencintai dan mengharapkan seseorang yang jelas sudah tidak memiliki sedikitpun rasa lagi. Untuk apa ?
"Susah dapatin orang kaya dia 🙂 ", iya mungkin kamu gak akan nemuin orang kaya dia lagi. Karena Dia adalah orang yang akan selalu sayang sama kamu, dia adalah orang yang akan perjuangin kamu, dia adalah orang yang gak akan pernah rela kamu kenapa-kenapa, dia orang yang gak akan diam ketika ada suatu hal yang terjadi kekamu, dia adalah orang yang akan rela ngelakuin apapun untuk kamu, dan dia juga adalah orang yang gak akan pergi walaupun kamu yang berusaha pergi ninggalin dia.
Good luck ya sama dia.
Chat ini setelah tadi kamu mau pulang dan aku bilang " Aku mau janji satu hal lagi", "apa?" katamu. "Aku janji, aku bakal hapus rasa sayang aku kekamu", kataku tadi.
Percayalah, saat itu aku benar-benar berpura-pura untuk bisa. Nyatanya kaupun tau apa yang kurasakan.
Beberapa menit sebelum kejadian tadi kau melihat air mata ku yang menetes. Lemah sekali ya, hahaha. Hebat, sampai tak kuat lagi untuk ku tahan. " Demi Allah, aku gak pernah ikhlas lepasin kamu, Demi Allah!".
Hanya saja kata-kata mu tadi masih terngiang ditelingaku. Kau seperti ingin tunjukan betapa takutnya dirimu akan kehilangannya.
Kenapa ya aku harus sayang sama kamu ? Kenapa aku gak sayang sama orang lain aja? Kenapa juga aku waktu itu deketin kamu? Kenapa gak deketin yang lain aja? Kenapa pula aku lepas beberapa orang yang deket sama aku saat itu? Kenapa lebih milih perjuangin kamu? Dan kenapa ya aku ditakdirin untuk kenal dan bisa melakukan hal seperti itu? Kenapa aku lakuin hal yang bikin kamu pergi sekarang? Terus kenapa ya Allah gak izinin untuk kamu jadi punya aku aja? Kenapa Allah kenalin dia ke kamu? Kenapa aku belum bisa juga lepas kamu? Kenapa Allah masih gak ngizinin aku ngehapus nama kamu dihati aku? Kenapa aku yang sayang? Kenapa gak kamu aja? Kenapa? Kenapa? Kenapa? Kenapa woi?
(17:21)
Enak ya jadi kamu, mampu pergi kapanpun kamu mau. Aku ?
Disini aku yang salah, kesalahannya adalah mencintai dan mengharapkan seseorang yang jelas sudah tidak memiliki sedikitpun rasa lagi. Untuk apa ?
"Susah dapatin orang kaya dia 🙂 ", iya mungkin kamu gak akan nemuin orang kaya dia lagi. Karena Dia adalah orang yang akan selalu sayang sama kamu, dia adalah orang yang akan perjuangin kamu, dia adalah orang yang gak akan pernah rela kamu kenapa-kenapa, dia orang yang gak akan diam ketika ada suatu hal yang terjadi kekamu, dia adalah orang yang akan rela ngelakuin apapun untuk kamu, dan dia juga adalah orang yang gak akan pergi walaupun kamu yang berusaha pergi ninggalin dia.
Good luck ya sama dia.
![]() |
| Chat setelah dia pergi dari kantor, gak lama tiba-tiba ngechat |
Chat ini setelah tadi kamu mau pulang dan aku bilang " Aku mau janji satu hal lagi", "apa?" katamu. "Aku janji, aku bakal hapus rasa sayang aku kekamu", kataku tadi.
Percayalah, saat itu aku benar-benar berpura-pura untuk bisa. Nyatanya kaupun tau apa yang kurasakan.
Beberapa menit sebelum kejadian tadi kau melihat air mata ku yang menetes. Lemah sekali ya, hahaha. Hebat, sampai tak kuat lagi untuk ku tahan. " Demi Allah, aku gak pernah ikhlas lepasin kamu, Demi Allah!".
Hanya saja kata-kata mu tadi masih terngiang ditelingaku. Kau seperti ingin tunjukan betapa takutnya dirimu akan kehilangannya.
Kenapa ya aku harus sayang sama kamu ? Kenapa aku gak sayang sama orang lain aja? Kenapa juga aku waktu itu deketin kamu? Kenapa gak deketin yang lain aja? Kenapa pula aku lepas beberapa orang yang deket sama aku saat itu? Kenapa lebih milih perjuangin kamu? Dan kenapa ya aku ditakdirin untuk kenal dan bisa melakukan hal seperti itu? Kenapa aku lakuin hal yang bikin kamu pergi sekarang? Terus kenapa ya Allah gak izinin untuk kamu jadi punya aku aja? Kenapa Allah kenalin dia ke kamu? Kenapa aku belum bisa juga lepas kamu? Kenapa Allah masih gak ngizinin aku ngehapus nama kamu dihati aku? Kenapa aku yang sayang? Kenapa gak kamu aja? Kenapa? Kenapa? Kenapa? Kenapa woi?
Rabu, 18 Desember 2019
CINDIE
Kubuka note di handphone ku ternyata masih banyak tulisan yang belum ku rilis. Entah dari yang mana ku rilis terlebih dahulu, sedangkan aku masih terbiasa menulis tulisan baru. Sehingga yang lama tak berkesempatan untuk dibagikan.
Rasanya cukup lama tak kutulis perjalanan langit, hanya tersimpan membeku dingin didalam note saja. Biar kini ku lanjutkan perjalanannya, izinkanlah.
Marilah kita mulai tulisan hari ini.
***
(16:47)
Rumdis Ket. DPRD Kota
Setelah dua hari tak bertemu akhirnya hari ini kita kembali bertemu dalam kerjaan. Yang awalnya ku terkejut terbangun mendengar nada dering panggilan darimu, sampai akhirnya ku mandi dan bergegas menemuimu di indomart tempat biasa untuk berangkat bersama. Namun lama menunggu disana ternyata kau sudah sampai rumah dinas terlebih dahulu. Dengan rasa sabar yang sama, ku bergegas menuju rumah dinas pula.
Tetapi, karena membaca chat mu kau ingin kebab akhirnya sambil dalam perjalanan aku mencari penjual kebab namun tak kutemui jua. Sampai kantor kamu sedang tertidur, namun tak lama langsung ku bangunkan.
Waktu berjalan dan ku terperangkap dalam canggung. Ingin mencairkan suasana namun seperti mulai malas melakukannya, ku seperti ingin membiarkan kita saling diam.
Hingga karena perut terasa lapar kita pun keluar menuju tempat makan biasa kita. Makan kwetiau seperti biasanya, rasanya duduk disebelahmu asing bagiku.
Berkali diri ingin memeluk namun sudah semakin merasa tak pantas. Ku tau jika aku memelukmu itu artinya secara bersamaan aku menggoreskan luka dihatiku.
Selesai makan kitapun bergegas kembali menuju rumah dinas, sesampainya kita kembali keruangan kita. Dan lagi ku duduk disebelahmu, hingga lagu pura-pura lupa aku stel di youtube. Sampai tak tahu bagaimana awalnya, aku mendekat dan mencium kening mu.
"Kamu kenapa ?", spontan kau bertanya. Aku hanya terdiam, namun hati berkata, "kembalilah, aku mulai dekat dengan egoku". Aku sayang kamu, namun rasa sayang itu berdiri sendiri. Kirain musik dan film aja yang bisa indie, ternyata cinta pun bisa indie. Wkwkwk Cindie ( Cinta Indie).
***
(17:04)
Sekarang aku sedang terduduk sendiri disofa kantor, kau berada didalam ruangan kerja kita. Hanya suara musik yang kau putar yang bisa kudengar, suaramu tidak.
Aku berpikir kini, dan kesimpulan pun aku ciptakan. Kurasa kini kau semakin mencintainya, tak tahu apa yang terjadi kedepannya. Rasanya semakin menjadi abu-abu, entah hitam dan entah putih. Warna apakah kedepannya?
Bodohnya diriku membiarkan beberapa orang untuk pergi, rasanya beberapa bulan kebelakang sudah beberapa manusia yang berusaha mencuri hatiku, dari yang hanya kode-kode hingga ada pula yang langsung terang-terangan bilang sayang. Tapi aku tetap saja mengharapkan mu, yang sudah jelas tak harapkanku lagi, mungkin.
Semakin terjebak dan terkubur dalam harapan, beberapa menawarkan pertolongan, namun ku tolak untuk terus bertahan. Semuanya akan berakhir, tetapi berakhir seperti apakah nanti?
Berakhir untuk terus bersama, atau berakhir dalam perpisahan. Jawaban penentu bukan hanya darimu, tetapi mampukah ku terus menahan rasa itu ?
Rasanya cukup lama tak kutulis perjalanan langit, hanya tersimpan membeku dingin didalam note saja. Biar kini ku lanjutkan perjalanannya, izinkanlah.
Marilah kita mulai tulisan hari ini.
***
(16:47)
Rumdis Ket. DPRD Kota
Setelah dua hari tak bertemu akhirnya hari ini kita kembali bertemu dalam kerjaan. Yang awalnya ku terkejut terbangun mendengar nada dering panggilan darimu, sampai akhirnya ku mandi dan bergegas menemuimu di indomart tempat biasa untuk berangkat bersama. Namun lama menunggu disana ternyata kau sudah sampai rumah dinas terlebih dahulu. Dengan rasa sabar yang sama, ku bergegas menuju rumah dinas pula.
Tetapi, karena membaca chat mu kau ingin kebab akhirnya sambil dalam perjalanan aku mencari penjual kebab namun tak kutemui jua. Sampai kantor kamu sedang tertidur, namun tak lama langsung ku bangunkan.
Waktu berjalan dan ku terperangkap dalam canggung. Ingin mencairkan suasana namun seperti mulai malas melakukannya, ku seperti ingin membiarkan kita saling diam.
Hingga karena perut terasa lapar kita pun keluar menuju tempat makan biasa kita. Makan kwetiau seperti biasanya, rasanya duduk disebelahmu asing bagiku.
Berkali diri ingin memeluk namun sudah semakin merasa tak pantas. Ku tau jika aku memelukmu itu artinya secara bersamaan aku menggoreskan luka dihatiku.
Selesai makan kitapun bergegas kembali menuju rumah dinas, sesampainya kita kembali keruangan kita. Dan lagi ku duduk disebelahmu, hingga lagu pura-pura lupa aku stel di youtube. Sampai tak tahu bagaimana awalnya, aku mendekat dan mencium kening mu.
"Kamu kenapa ?", spontan kau bertanya. Aku hanya terdiam, namun hati berkata, "kembalilah, aku mulai dekat dengan egoku". Aku sayang kamu, namun rasa sayang itu berdiri sendiri. Kirain musik dan film aja yang bisa indie, ternyata cinta pun bisa indie. Wkwkwk Cindie ( Cinta Indie).
***
(17:04)
Sekarang aku sedang terduduk sendiri disofa kantor, kau berada didalam ruangan kerja kita. Hanya suara musik yang kau putar yang bisa kudengar, suaramu tidak.
Aku berpikir kini, dan kesimpulan pun aku ciptakan. Kurasa kini kau semakin mencintainya, tak tahu apa yang terjadi kedepannya. Rasanya semakin menjadi abu-abu, entah hitam dan entah putih. Warna apakah kedepannya?
Bodohnya diriku membiarkan beberapa orang untuk pergi, rasanya beberapa bulan kebelakang sudah beberapa manusia yang berusaha mencuri hatiku, dari yang hanya kode-kode hingga ada pula yang langsung terang-terangan bilang sayang. Tapi aku tetap saja mengharapkan mu, yang sudah jelas tak harapkanku lagi, mungkin.
Semakin terjebak dan terkubur dalam harapan, beberapa menawarkan pertolongan, namun ku tolak untuk terus bertahan. Semuanya akan berakhir, tetapi berakhir seperti apakah nanti?
Berakhir untuk terus bersama, atau berakhir dalam perpisahan. Jawaban penentu bukan hanya darimu, tetapi mampukah ku terus menahan rasa itu ?
Langganan:
Komentar (Atom)
