Jumat, 20 Desember 2019

:)': Two Side

Rumdis
(17:21)

Enak ya jadi kamu, mampu pergi kapanpun kamu mau. Aku ?

Disini aku yang salah, kesalahannya adalah mencintai dan mengharapkan seseorang yang jelas sudah tidak memiliki sedikitpun rasa lagi. Untuk apa ?

"Susah dapatin orang kaya dia 🙂 ", iya mungkin kamu gak akan nemuin orang kaya dia lagi. Karena Dia adalah orang yang akan selalu sayang sama kamu, dia adalah orang yang akan perjuangin kamu, dia adalah orang yang gak akan pernah rela kamu kenapa-kenapa, dia orang yang gak akan diam ketika ada suatu hal yang terjadi kekamu, dia adalah orang yang akan rela ngelakuin apapun untuk kamu, dan dia juga adalah orang yang gak akan pergi walaupun kamu yang berusaha pergi ninggalin dia.

Good luck ya sama dia.

Chat setelah dia pergi dari kantor, gak lama tiba-tiba ngechat

Chat ini setelah tadi kamu mau pulang dan aku bilang " Aku mau janji satu hal lagi", "apa?" katamu. "Aku janji, aku bakal hapus rasa sayang aku kekamu", kataku tadi.

Percayalah, saat itu aku benar-benar berpura-pura untuk bisa. Nyatanya kaupun tau apa yang kurasakan.

Beberapa menit sebelum kejadian tadi kau melihat air mata ku yang menetes. Lemah sekali ya, hahaha. Hebat, sampai tak kuat lagi untuk ku tahan. " Demi Allah, aku gak pernah ikhlas lepasin kamu, Demi Allah!".

Hanya saja kata-kata mu tadi masih terngiang ditelingaku. Kau seperti ingin tunjukan betapa takutnya dirimu akan kehilangannya.


Kenapa ya aku harus sayang sama kamu ? Kenapa aku gak sayang sama orang lain aja? Kenapa juga aku waktu itu deketin kamu? Kenapa gak deketin yang lain aja? Kenapa pula aku lepas beberapa orang yang deket sama aku saat itu? Kenapa lebih milih perjuangin kamu? Dan kenapa ya aku ditakdirin untuk kenal dan bisa melakukan hal seperti itu? Kenapa aku lakuin hal yang bikin kamu pergi sekarang? Terus kenapa ya Allah gak izinin untuk kamu jadi punya aku aja? Kenapa Allah kenalin dia ke kamu? Kenapa aku belum bisa juga lepas kamu? Kenapa Allah masih gak ngizinin aku ngehapus nama kamu dihati aku? Kenapa aku yang sayang? Kenapa gak kamu aja? Kenapa? Kenapa? Kenapa? Kenapa woi?



Tidak ada komentar: