Tiga saudara
Tepat dihari ini, hari penghujung tahun. Terjebak kita ditempat makan yang memang ingin sekali ku ajak kamu kesini. Kita sengaja makan nya di lama-lamain sambil nungguin hujan redah.
Ngomong-ngomong diakhir tahun ini apa sih yang kamu harapkan untuk tahun selanjutnya ? Kalau aku sih punya beberapa hal yang ingin sekali kugapai ditahun 2020, salah satunya itu tentang kamu.
Beberapa hari belakangan ini kita dekat sekali, nyamanku dalam pelukmu walau masih saja kau bukan milikku.
Kini sesekali ku melirik kearahmu, lahap sekali ya makannya :D laper tah mba nya? , "enggak, kalau aku kaya dini (diem aja) , aku cuma ngeliatin kamu main HP, dari pada aku mainin minum". Agak lucu ya memang. Eh bolod ding tepatnya.
Bentar aku mau ngomong, " Kalau mau nambah bilang ya". "Gua udah hampir mau meledak", katamu. Wkwkwk yakali kamu meledak.
***
Jujur sih ya, ada rasa yang ngeganjel aja sedikit. Kamu bukan milikku tapi kenapa aku masih tak memperbolehkan orang lain menggantikan posisimu. Ah sudahlah.
***
Tiba-tiba (19:17)
"Kak, perut buncit gua. Nyipluk gini, ini buncit atau apa sih? Melipet". Terimakasih banyak loh untuk informasi sepenting ini nya hahaha. Apa coba? Pake laporan. Yaelah, mau buncit tah, mau semok tah, atau kau sixpack tah bodo amat dul, gua sayang sama lu. Haha.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar