Rabu, 18 Desember 2019

CINDIE

Kubuka note di handphone ku ternyata masih banyak tulisan yang belum ku rilis. Entah dari yang mana ku rilis terlebih dahulu, sedangkan aku masih terbiasa menulis tulisan baru. Sehingga yang lama tak berkesempatan untuk dibagikan.

Rasanya cukup lama tak kutulis perjalanan langit, hanya tersimpan membeku dingin didalam note saja. Biar kini ku lanjutkan perjalanannya, izinkanlah.
Marilah kita mulai tulisan hari ini.

***

(16:47)
Rumdis Ket. DPRD Kota

Setelah dua hari tak bertemu akhirnya hari ini kita kembali bertemu dalam kerjaan. Yang awalnya ku terkejut terbangun mendengar nada dering panggilan darimu, sampai akhirnya ku mandi dan bergegas menemuimu di indomart tempat biasa untuk berangkat bersama. Namun lama menunggu disana ternyata kau sudah sampai rumah dinas terlebih dahulu. Dengan rasa sabar yang sama, ku bergegas menuju rumah dinas pula.

Tetapi, karena membaca chat mu kau ingin kebab akhirnya sambil dalam perjalanan aku mencari penjual kebab namun tak kutemui jua. Sampai kantor kamu sedang tertidur, namun tak lama langsung ku bangunkan.

Waktu berjalan dan ku terperangkap dalam canggung. Ingin mencairkan suasana namun seperti mulai malas melakukannya, ku seperti ingin membiarkan kita saling diam.

Hingga karena perut terasa lapar kita pun keluar menuju tempat makan biasa kita. Makan kwetiau seperti biasanya, rasanya duduk disebelahmu asing bagiku.

Berkali diri ingin memeluk namun sudah semakin merasa tak pantas. Ku tau jika aku memelukmu itu artinya secara bersamaan aku menggoreskan luka dihatiku.

Selesai makan kitapun bergegas kembali menuju rumah dinas, sesampainya kita kembali keruangan kita. Dan lagi ku duduk disebelahmu, hingga lagu pura-pura lupa aku stel di youtube. Sampai tak tahu bagaimana awalnya, aku mendekat dan mencium kening mu.

"Kamu kenapa ?", spontan kau bertanya. Aku hanya terdiam, namun hati berkata, "kembalilah, aku mulai dekat dengan egoku". Aku sayang kamu, namun rasa sayang itu berdiri sendiri. Kirain musik dan film aja yang bisa indie, ternyata cinta pun bisa indie. Wkwkwk Cindie ( Cinta Indie).

***

(17:04)
Sekarang aku sedang terduduk sendiri disofa kantor, kau berada didalam ruangan kerja kita. Hanya suara musik yang kau putar yang bisa kudengar, suaramu tidak.
Aku berpikir kini, dan kesimpulan pun aku ciptakan. Kurasa kini kau semakin mencintainya, tak tahu apa yang terjadi kedepannya. Rasanya semakin menjadi abu-abu, entah hitam dan entah putih. Warna apakah kedepannya?


Bodohnya diriku membiarkan beberapa orang untuk pergi, rasanya beberapa bulan kebelakang sudah beberapa manusia yang berusaha mencuri hatiku, dari yang hanya kode-kode hingga ada pula yang langsung terang-terangan bilang sayang. Tapi aku tetap saja mengharapkan mu, yang sudah jelas tak harapkanku lagi, mungkin.

Semakin terjebak dan terkubur dalam harapan, beberapa menawarkan pertolongan, namun ku tolak untuk terus bertahan. Semuanya akan berakhir, tetapi berakhir seperti apakah nanti?
Berakhir untuk terus bersama, atau berakhir dalam perpisahan. Jawaban penentu bukan hanya darimu, tetapi mampukah ku terus menahan rasa itu ?

Tidak ada komentar: