Selasa, 14 Januari 2020

LANGIT MERASAKAN HARU DI HARI INI

Langit kini meneteskan air nya, hujan sebagai simbolnya, air yang turun mewakili terharunya langit.

Lagi-lagi hujan membuat kita menepi untuk meneduh. Detik-detik berlalu tetapi justru semakin deras turunnya hujan. Aku tau, langit kini terharu melihat kau disampingku. Terdiam duduk, bersandar dipundakku.

Moment simple tapi menyenangkan. Lelah kerja seharianpun tak terasa lagi. Yang aku rasa, hanyalah gatal. Gatal ingin sekali kupeluk erat kau dihadapan orang-orang yang juga berteduh disini.

Jujur aku ngantuk, namun harapku janganlah hujan ini terhenti. Biarkan terus bertambah deras. Tak apa, aku masih nyaman dalam kondisi ini. Duduk berdua denganmu, terjebak dalam derasnya hujan, diselimuti dinginnya malam.

Semoga kedekatan ini akan selalu dapat kita rasakan lagi kedepannya.


***

Memang sih, sudah beberapa hari ini kedekatan-kedekatan kecil sering terjadi. Aku senang, namun akupun sedih jua. Kuyakin alam tau, mengapa senang dan sedih bisa hadir bersamaan.

Kini yang kutahu hanyalah aku masih mencintaimu. Ya, hanya itu yang selalu aku lemparkan dalam hati secara berkala. Membentuk suatu keyakinan, yang entah apa hasil akhir dari sebuah harapan tersebut.

Walau jujur, sedikit malu rasanya menulis catatan ini kini. Tak sebebas dulu, kini ku tahu bahwa kau telah tahu. Kau telah temukan artikel ini, saat dimana aku belum selesaikan tulisan di artikel ini.

Namun tak apa, biarkan langit terus menggores coretan, biarkan alam dapat menceritakan sesuatu nantinya. Aku yakin, cerita ini akan menjadi cerita yang akan sangat menarik sekali diceritakan oleh orang yang senang bercerita kepada orang yang senang mendengarkan cerita.

Tidak ada komentar: