Jumat, 13 Desember 2019

Sekarang Apa ?

Halo,
Siapa kita kini ?
Teman, musuh, sahabat, mantan, saudara, adik kakak, atau apa ? Jarak lagi-lagi terasa walau sebenarnya kita tak jauh. Hampa kian datang walau kau ada disisi.

Aku bingung dengan kamu yang mampu berubah dengan cepat. Kuingat beberapa hari kemarin, kadang kala kita dekat dan terkadang pula kita jauh.


Beberapa hari kemarin ingat sekali saat kupeluk kau di dibelakang didekat kulkas, namun kau marah karena matamu tak bisa terbuka karena lengket dengan eyeliner (aku tak tau namanya). Kuingat juga saat didalam ruangan kantor kau tiba tiba memelukku dari belakang sebelum kau beranjak pulang, kau juga cium pipiku saat itu. Tak kulupa juga saat dia datang menjemput mu dikantor, rasanya ingin kutimpuk dengan botol saus tomat yang ada dikulkas.

Baru berjalan 3 minggu kita bekerja di kantor baru kita, namun sudah ada beberapa hal yang telah berkesan. Ya walau hanya kesan kecil sebenarnya.

Eh iya aku hampir lupa cerita soal semalam. Semalam saat ku temani kau ditempat tambal ban, rasanya aku rindu memelukmu malam itu, ingin sekali nekat kupeluk kau dipinggir jalan, kuingin tahu pula gimana respon mu, dan gimana respon orang sekitar.

Namun ternyata aku takut, tak berani ku peluk kau. Bukan tak berani pada sekitar, namun tak berani akan keadaan, karena saat itu hatimu mungkin sepenuhnya miliknya. Kau bisa saja marah padaku jika itu terjadi, tapi aslinya bodoamat juga sih kalau kau marah.

Hmm, setelah selesai menambal ban kitapun berpisah dipungkiri. Jika kau baca tulisan ini, pasti kau ingat apa doaku dimotor saat kita hendak berpisah arah. Yang kamu bilang, "aku gak aminin", namun spontan kusambut "aamiin". Mendengar ucapanku kau serentak berkata " Jahat sih", hahaha yang jahat aku apa dia?  Kan dia yang ambil kamu dari aku, jadi bukan aku dong yang jahat.


Balik kepembahasan awal, siapa kita kini ?
Aku semakin canggung akan dirimu, harus ku perlakukan seperti apa kita. Ikuti mauku mungkin tak mungkin, ikuti maumu aku yang terlalu sakit. Jadi haruskah seperti ini terus ? Sampai kapan ?

Tidak ada komentar: