Terduduk ku dikursi warung yang sudah tutup, menepi hindari guyuran hujan yang turun menyerang. Teringat kita pernah berdebat saat hujan turun dan kita sedang menepi pula. Kala itu hujan deras.
Aku ingat diatas motor kita terduduk berdua, menunggu hujan redah dipinggir jalan.
Ingatku kita berbincang soal keseriusan. Ku meminta kau untuk tak pernah pergi dan jangan mudah ucapkan kata selesai. Kau mengiyakan kalimatku.
Yang ku ingat pula, malam itu aku beritahu kau berapa aku sayang padamu. Ku beritahu pula berapa ku tak ingin kau pergi dari ku. Kau berkata seperti ingin melepas saat itu, dan aku dikelilingi rasa takut.
Aku takut kau mengakhiri, aku takut kau pergi. Tapi nyatanya kau tetap bersamamu, tetap terus denganku, walau akhirnya kini lepas juga.
Akupun ingat saat kita take gambar berdua, tepatnya kita sudah tidak lagi bersama. Namun kau mengajakku untuk membantumu menyelesaikan sedikit tugasmu. Photography kala itu. Namun sewaktu perjalanan kita terjebak dalam hujan, tepatnya di samping bengkel motor.
Kita duduk berdua diatas motor, dan ada beberapa orang yang melihat kearah kita.
Namun bukan itu yang ingin ku bahas sebenarnya malam ini. Tiba-tiba rindu bertamu dalam hati. Aku rindu dan ingin memeluk tubuhmu rasanya. Andaikan saja kau ada disini. Pastinya takkan kulepas dekapanku, layaknya saat kau sedang menginap dirumahku dan tertidur lelap dipelukanku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar