Dalam perjalanan pun ku melihat senyumanmu. Apa lagi kamu habis dandan, "tumben" Kataku. Lalu kau jawab dengan tanya, "tapi cakep kan?". Sebenarnya aku tertawa dalam hati, seraya berkata "iya sayang iya, kamu cakep kok".
Ditempat ini dingin sekali, benar katamu. Kabutnya pun semakin tebal semakin lama kita disini. Namun kali ini kunikmati suasananya. Terlihat kabut tebal keluar dari kawah. Dan terdengar bisingnya para pedagang menawarkan dagangannya, ada yang menawarkan sewa kuda, jasa foto, buah-buahan, dan ada pula suara pengunjung saling minta diabadikan momennya dalam bentuk foto.
Kita juga sempat berfoto dan sedikit membuat video disini, yang nantinya foto itu kan ku upload dalam blog kita. Videonya ya buat simpanan pribadi saja.
Langit cerah walau keadaan mendung disana. Bumi begitu dingin tak membuat kulit kepanasan, sejuk sekali rasanya.
Aku justru merasa sedikit takut, aku takut mood mu tiba-tiba berubah lagi. Seram sekali rasanya.
Jujurku hanya dengan kau tidak kaku padaku, tidak cuek dan mau melemparkan senyum padaku, itu sudah kau sumbangkan sedikit kebahagiaan untukku. Walau kau bukanlah milikku.
Sama seperti tadi saat ku bilang kurindu padamu, namun kau bilang bahwa kau rindu dengan dia. Ya tak apa, memang seharusnya begitu. Karena memang kamu miliknya, dan aku siapa ? Haha
Tetapi tetap saja, langit cerah walau diluar sedikit gerimis. Terimakasih semesta. Terimakasih walau kini masih ku tak tau apa yang akan kuhadapi selanjutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar