Beberapa detik yang lalu kita tertawa bersama. Beberapa detik yang lalu kita bercanda berdua. Kau dan aku saling mengganggu, mengganggu untuk melepaskan tawa bersama.
Namun detik mulai terasa dingin, merubah suasana yang sebelumnya hangat. Detik terus bergerak, namun rasa tetap membekas. Kini kau kembali asik chatingan dengannya, dengan dia kekasihmu. Dan aku, aku kembali terabaikan. Sendiri, sepi, duduk terdiam.
Kucoba ingat beberapa detik lalu, yang baru saja kita lewati tadi. Peluk, pukulan, cium, gigitan masih kian terasa. Tak hanya membekas diingatan namun di hati jua.
Canda tawa menjadi bayang, yang tadinya kita berisik asik berdua. Kini menjadi hening, sunyi tak bersuara.
Di detik ini kamu sedikit bertanya kepadaku, "kok kamu diam? ", " Gapapa" Jawabku. Lalu kamu bertanya lagi "kok gitu? ", namun kini aku tak menjawab. Biar aku jawab ya, " Aku sayang kamu, aku cemburu ketika kamu mulai kembali chat dengan dia" Ujarku dalam hati.
Haha mungkin aku egois, padahal jelasnya kita sudah tak punya hubungan apapun, sedangkan dia adalah kekasihmu. Yasudahlah, detik ini membisikkan "sudah, mundur saja! Dia sudah tak sayang dengan ku", kalimat itu berulang - ulang ku teriakkan dalam hati.
Ahh, detik memang membingungkan.
Sekarang kau mulai kembali bercanda denganku, kini mulai kau hangatkan suasana dengan kejahilan mu. Kau mulai iseng, dan aku diam pasrah. Iya, aku terdiam agar kau mulai terbawa suasana lagi.
Tapi, kau mulai menengok ke depan komputer lagi dan... Kau mulai membuka Facebook lagi. Aku terdiam dan kini kuyakin kau ingin menghubungi dia lagi.
Sudahlah, detik memang membingungkan. Kita takkan pernah tau. Biarlah kupasrahkan pada waktu. Aku tak ingin menebak waktu, tapi aku kini hanya ingin menebak hatimu. Apa yang sebenarnya kamu rasakan padaku ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar