Kamis, 24 Oktober 2019

COFFEE

Terduduk kita bersebrangan. Terhalang meja ditengah - tengah. Entah kenapa rasanya begitu jauh walau aslinya tak sampai satu meter jaraknya.
***
Kita saling terdiam, menikmati bisingnya obrolan yang lain. Terdengar pula suara lalu lalang kendaraan lewat, dan sedikit musik dari dalam cafe.
***
Aku rindu, rindu bercakap - cakap denganmu. Walau sebenernya bisa namun gengsi menahannya.
***
Gengsi memang menyesatkan. Kenapa aku kalah dengan rasa itu. Harusnya aku berani untuk menghampiri, bukan terdiam meratapi.
***
Jujur aku ingin sekali menyapa, memulai obrolan seperti biasa. Tapi aku lebih memilih diam, asik dengan gadgetku sendiri. Aku hanya ingin tau, nyamankah kau tanpa bincangan dariku. Kita lihat beberapa detik kedepannya ya, terlihat sepertinya kau pun mulai bosan dengan diammu. Tatapmu terlihat seperti mulai lelah, tapi biarlah kulihat saja respon lanjutan yang engkau lontarkan.
***

Hmm,
Kopi yang diseruput mulai menyurut. Tapi diri masih saja takut. Takut menegur tapi tak kau sahut. Hingga niatku akhirnya tersudut.
***
Kopi pahit tak terasa lagi pahitnya, kalah pahit oleh kenyataan. Bisa ku setiap saat bersama mu. Lebih tepatnya dengan badanmu, bukan hatimu.

Sakit ya, bertahan dengan hati kepada hati yang telah menyatukan hatinya dengan hati yang lain. Memang ini salahku tapi sekeras inikah hatimu tak mampu terbuka setelah penantianku.
***
Andai waktu bisa kuputar, takkan kupilih kopi yang pahit dimenu. Tetapi kupilih kopi keputusan  terbaik, yaitu untuk tidak melepasmu begitu saja. Aku yakin, pasti dalam hati pembaca "kok gak nyambung ya ? ". Ya itulah adanya, pembaca hanya tak tahu makna dari kalimat itu. Sama seperti tak mampu memahami manisnya kopi tanpa gula.

***
Gula itu manis, tapi kopi lebih manis. Nikmatnya kopi hanya bisa dinikmati oleh penikmat sejati. Jadi, jika ada yang berkata cinta dan kehidupan itu tidak manis, " Mereka hanya tak mengerti cara menikmati hidup yang benar. Pahami cara menikmatinya, maka apapun akan terasa nikmat", Ujarku dalam hati.

Tidak ada komentar: