Saat ku bergerak menjauh. Percayalah hanya ragaku yang bergerak, hatiku tetap bersama mu dengan menyimpan berjuta harapan untuk dapat kembali bersama lagi.
Saat Ragaku lelah berjuang, percayalah hatiku tak pernah mundur walau satu langkahpun.
Saat ku menjauh, hanya ragaku yang pergi. Namun hatiku tetap teguh dengan penuh rasa yakin dan pendirian yang kokoh.
Percayalah, disaat kau merasa rindu padaku, disaat itu pula aku sedang merindukanmu. Disaat kau tidak merindukanku, disaat itu tetaplah rinduku ada untukmu.
Disaat kau merasa sayang padaku, disaat yang bersamaan aku juga memiliki rasa yang sama. Namun saat kau tak lagi sayang, disaat itu rasa sayang ku tidak berkurang untukmu walau setitik.
Pergilah sejauh mungkin jika memang itu maumu. Namun ketika kau terluka, kau tau kemana kamu harus kembali.
Janji ku menjagamu, tekadku menyayangimu, maka kembalilah kapanpun itu.
Kuharap dia hanyalah menjadi pelengkap cerita, yang nantinya akan pergi juga. (Aamiin ya Allah)
Dia datang hanya mengisi beberapa lembar halaman dalam buku hidupmu, namun setelah tugasnya selesai akan hilang tertutup tulisan penutup pengakhir salah satu BAB Dalam Buku hidupmu.
Cerita mu akan kulengkapi, itulah tekadku. Ku tuntun kau menulis cerita yang berbeda agar kelak dibaca sebagai sejarah berharga dalam garis keturunan keluarga kita.
Salam berpisah untuk kembali. Pergi yang jauh, lupakan aku. Namun, Ku tunggu hadirmu disaat kau siap untuk hapus luka lama, dan tulis kembali tulisan yang lebih sempurna dari sebelumnya.
•••
Harap ku akan menjadi nyata jika kau memiliki harapan yang sama. Namun jika memang harap mu berbeda, ku berharap agar Tuhan segera menyelesaikan BAB tentang kita.
Tinggalkan aku walau aku tak pernah mengaharapkan perpisahan itu. Namun jika kau juga tak harapkan perpisahan, maka cepatlah kembali. Aku menunggumu.
Ingat satu hal, dan tanamkan dalam fikiranmu. Salam berpisah untuk kembali.
Way Gubak, Bandar Lampung.
Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar