Kali keberapa kaki menginjak tempat ini, semakin sering justru semakin tak berkesan lagi. Kitapun hanya sibuk dengan kesibukan masing-masing, tegur juga hanya satu dua kalimat saja.
Langit seperti terbelah disini, terik matahari langsung bersentuhan dengan kulit. Panas sakiti kulit dan pedih akan harapan yang tak kunjung didapat.
Candi - candi menjulang seperti ingin menghampiri langit, namun langit tak mau digapai karena yakin akan hadirnya bumi nanti. Walau entah kapan bumi kembali membuka hatinya.
Akankah bumi membuka hatinya untuk langit ? Dapatkah langit terus berdampingan dengan bumi ?
Akankah kita bisa menjadi bumi dan langit untuk semesta ini ? Semoga saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar