PARIS- Parang Tritis ( Jogjakarta )
Halo bumi, kita renggang banget ya. Langit berdiri dengan senyumnya sendiri. Bumi sibuk berputar sendiri. Canggung sekali rasanya.
Sebenarnya banyak sekali hal yang ingin kulakukan tadi bersamamu, namun kau tak mendekat. Kau seperti menjauh, tak mau memulai obrolan. Padahal ku menunggu.
Aku yang ingin mendekat tapi semakin kesini semakin canggung ku memulai. Memulai obrolan, memulai canda, memulai apapun, aku canggung sekali.
Entah ini proses penjauhan atau hanya menjauh untuk mendekat. Aku sebenarnya sangat ingin tanyakan padamu, "aku harus apa sekarang ? Menjauhkan atau tetap berusaha mendekat dan berusaha menarik perhatianmu ?"
Sebenarnya aku tak perduli soal hasil akhir dari usaha ku. Aku tak perduli kau akan kembali ataupun tidak. Namun jika begini terus, aku akan terus menerus menyakiti hatiku. Semakin kutahan justru semakin sakit, semakin ku biasa saja semakin perih nyatanya.
Namun untuk menghapusmu adalah hal yang kupercaya sangatlah mustahil. Aku sudah benar-benar menanamkan keyakinanku. Yakinku bersamamu, yakinku bahagiakan mu, yakinku memiliki dan cintaimu. Sangat - sangat yakin.
Sesekali ku melihat kearahmu, kucoba mencuri pandangan berharap kau tak menyadari kusedang menatapmu. Ingin sekali ku peluk erat kau disini, dan mengajak kau naik kuda berdua, mengintari indahnya pantai parangtritis dibawah mentari senja yang terus menyurut menghilang hasilkan gelap.
Tak hanya berkuda sebenarnya. Mengajarimu menaiki ATV pun ingin sekali kulakukan. Menaikan layangan, membuat istana pasir, bermain air, duduk berdua bernyanyi hingga bulan tiba. Banyak sekali yang ingin kulakukan bersamamu. Hanya berdua denganmu.
Mungkin suatu saat bisa kulakukan nanti, denganmu ataupun tanpamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar