Rabu, 06 November 2019

MAMBRUK HOTEL

Sampai kita di hotel ini pagi tadi, langsung dibagikan kamar masing-masing. Setelah itu berkumpul kita di tempat makan, lalu aku dan kamu kembali ke kamarmu.

Peluk, cium, canda, tawa kembali terasa. Nyaman dan bahagia berpadu satu, tak dapat ku ukur bahagianya aku saat ini.

Gurauan menjadi kebiasaan, kehangatan menjadi selimut. Kita begitu dekat, namun seperti biasanya kau tak pernah lupa tuk sebut namanya.

Berulang kali ku katakan bahwa ku cemburu padanya, namun hanya sebatas kau dengar tanpa kau gubris sedikitpun. Kau masih saja senang menyebut nama dia di depanku.

Padahal kau sendiri tau apa yang kurasa, namun seperti tak perduli dan acuh akan hal itu.

Berhenti! Menyerah! Lupakan! Tinggalkan!
Ya, itu yang kini terngiang berputar di fikiran ku. Aku mulai merasa cukup, aku mulai merasa ini sudah saatnya kita saling lupa. Namun disisi lain aku tak dapat munafik dan berdusta pada hati.

Aku masih mencintai, dan sungguh-sungguh mencintai. Tak mampu ku melupakan walau sedetik, namun keadaan seperti memaksakan.

Mau sampai kapan aku bertahan pada hati yang mempertahankan nama yang lain  ?

Tidak ada komentar: