Kamis, 07 November 2019

Im Alone On The Edge Of The Anyer Beach

Detik ini aku terduduk sendiri, duduk menghadap tepian pantai, dibawah gelapnya malam dan ditengah beberapa titik lampu penerang.

Aku benar-benar merasa sepi, tak seorangpun duduk disisi, hanya angin dan suara ombak yang menemani.

Disini memang indah, walau gelap namun rasa nyaman dan tenang dapat tetap terasa. Sampai rasanya tak inginku beranjak pergi dari tempat ku terduduk kini.

Disekeliling ku hanya ada kegelapan, yang bernada kesunyian tanpa ada kata dari siapapun.

Tiba-tiba terdengar suara "kemana dia ? Mengapa dia tak duduk disamping mu, menemani kesendirianmu?", aku hanya terdiam. Namun berulang-ulang kali kalimat tanya itu terus terarah padaku, ternyata hatiku lah yang menanyakan hal itu.

Seandainya kamu disini, duduk disebelahku, dan mengeluarkan obrolan kecil yang akan menghangatkan. Namun nyatanya hanya bayangmu lah yang ada disini.

Ditengah rasa sepi ini hati kembali bertanya, " Sudah siapkah kamu untuk melupakan? , Sudah cukup yakinkah untuk berhenti? " . Jujur, aku tak bisa menjawab kini. Yang kutau hanyalah, aku sungguh mencintaimu.

Tetapi keadaan seperti memaksa, memaksa untuk ku hentikan. Karena nyatanya sudah cukup besar rasa sakit yang ditampung, sudah banyak air mata yang menunjukkan diriku lemah. "Haha" Hatiku tertawa. Aku bukan lemah, hanya saja terlalu cinta, hingga diabaikanpun seperti tak perduli karena yakin akan kembali. Ya, itu hanyalah pembelaan ku didalam hati.

Aku menentang semuanya, padahal aslinya ku tahu ini salah. Ayolah, jangan lemah. Sudah saatnya kita hentikan. Bukan hanya dengan dia diriku bisa bahagia. Ayolah, buka matamu. Diluar sana banyak yang harapkan mu.

Ingat satu hal! "Ketika kau gagal untuk bersama lagi dengannya, kau hanya akan kehilangan orang yang tidak mencintaimu, tetapi dia kehilangan orang yang benar-benar tulus mencintainya", hatiku meyakinkan.

•••
Aku tahu, diriku memang egois. Hingga sakit sendiripun aku tetap egois. Aku tak mau menyerah walau ku tahu ini sudah saatnya. Aku tetap bertahan walau ku tahu ini hanya akan berakhir sebatas harapan.

Aahh,, ada apa dengan diriku. Mengapa perdebatan antara hati dan fikiranku terjadi? Mengapa tak bisa didiskusikan agar dapat selaras saja?  Ayolah, berdamai. Kalian bisa menyatu dan menentukan keputusan akhirnya.

Pilihannya mudah kok, teruskan perjuangan dengan rasa sakit yang nantinya akan terus bertambah, atau berhenti dan hapus semua kenangan beserta rasa sakit yang telah dirasa.

Kamu pasti bisa menjawabnya, pasti bisa. Hanya saja, kau terlalu ragu untuk yakinkan dirimu.


Tepi Pantai Anyer, Hotel MAMBRUK
Serang, Indonesia.

Anyer Beach @ Hotel MAMBRUK Serang


Tidak ada komentar: