Selah sepanjang hari kita menunggu keberangkatan, akhirnya perjalanan dimulai. Semua peserta telah menempati tempat masing-masing dan kita duduk tepat dipojok belakang.
Semua terasa biasa saja, namun ada harapan lebih sebenarnya. Entah mengapa canggung ku menyelimuti. Ingin menegur tapi takut sakit yang kudapat.
Apa kabar kita kini ? Sudah cukup jauhkah kita ? Jika benar kita telah jauh, apa selanjutnya ? Berjalan dan terus menjauh atau berbalik untuk kembali ?
Jawabannya kuyakin semua pembaca tau. Tugasku menjagamu, tekadku dampingimu, mana mungkin aku melangkah lebih jauh.
Sebagian orang akan berkata, "bukannya pergi saja sih, bukan cuma dia kok. Masih banyak yang lain! ". Dan sebagian yang lain akan berkata, " Sabar dulu aja, berjuang dulu, jangan nyerah, kan katanya perjuangkan yang pantas untuk diperjuangkan!, sudah cukup pantas kok dia".
Biar ku perjelas, langit hanya memiliki 3 warna ; Biru, Hitam, dan kelabu. Lambangkan Kebahagiaan, Kesedihan, dan diantara itu. Namun, apapun yang terjadi, kapanpun perubahan nya, dimanapun itu langit tidak pernah pergi dan ia selalu konsisten menemani.
Langit selalu menetap diatas tanpa bergerak untuk pergi meninggalkan. Ia konsisten dengan pendiriannya. Langit hanya berpindah jika Tuhan memintanya.
Begitulah aku, aku akan konsisten dan takkan pergi hingga Tuhan yang memintanya pula.
•••
(20:17)
Dalam perjalanan ini seperti biasanya kau tertidur. Gak nyenyak sih pastinya, terlihat jelas dari kegelisahanmu. Bergerak kian kemari seperti mencari posisi ternyaman.
Telat di detik ini sebenarnya inginku memeluk erat dirimu, menjagamu dari dinginnya AC, nyamankan tidur malammu, dan hangatkan dengan pelukan teristimewa dariku.
Namun ku takut kau terbangun, bukan takut kau terbangun sebenarnya. Hanya saja aku tak suka ditolak. Kuyakin kau pahami tolakan apa yang kumaksud.
(20:20)
Jujur ya, tulisan ini tak ingin kurilis sebenarnya. Difikir-fikir untuk apa konsisten menulis, perduli juga tidak. Lantas apa gunanya ?
Tapi jika nanti nyatanya tulisan ini tetap dirilis, itu artinya aku tak perduli kau perduli atau tidak. Niatku mengutarakan, tersampai ataupun tidak itu adalah hak semesta.
Tak kau baca pun tak apa, namun jika kau baca, apapun respon dan tanggapanmu itu adalah pilihan terbaikmu.
Perjalanan langit akan tetap berlanjut, dan langit takkan pergi kecuali Tuhan yang berkehendak. Langit akan setia menemani dan bumi akan tetap berputar ditemani langit yang entah dianggap ataupun tidak hadirnya.
•••
(20:32)
Akukan berjanji menemani dan menyayangimu hingga matahari tak terbit lagi. Jadilah bumi yang selalu memeluk langit. Malam ataupun siang, gelap ataupun terang, langit telah berjanji untuk tak pergi dan kan tetap menemani. Dimana pun kau berada dan kapanpun itu, langit akan setia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar